Heru

  • Jaksa Tahan 2 Tersangka Korupsi Bibit Pisang Mas Kirana Lumajang

    2 TSK korupsi bibit pisang mas kirana dilakukan cek kesehatan sebelum dilakukan penahanan selama 20 hari

    Setelah berjalan hampir 2 tahun, akhirnya Kejaksaan Negeri Lumajang menahan 2 orang yang diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan bibit pisang mas kirana di Dinas Pertanian Lumajang. Memasuki tahap II, 2 orang tersangka masing-masing berinisial D dan MZ resmi dilakukan penahanan selama 20 hari, Rabu (6/3/2024).

    Muhammad Nizar, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang menyatakan para tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 26 Oktober 2023 dan pada hari tanggal 06 Maret 2023 dilakukan penahanan.

    Tersangka D adalah selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lumajang Nomor : 188.45/31/427.45/2020 tanggal 14 Januari 2020 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pengelolaan Anggaran Dana Tugas Pembantuan Direktorat Jenderal Hortikultura pada Satuan Kerja Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2020.

    Sedangkan tersangka M.Z selaku Pelaksana kegiatan (pinjam bendera) kegiatan pengadaan bibit pisang mas kirana pada Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2020.

    “Untuk mempermudah Penyidikan maka Penyidik melakukan penahanan selama 20 hari kedepan. Penahanan tersebut dilakukan melalui syarat Obyektif dan Subyektif sebagaimana dalam Pasal 21 KUHAP,” jelas Nizar.

    Dari hasil audit inspektorat Kementerian Pertanian, akibat perbuatan para tersangka tersebut, negara dirugikan hingga 700 juta lebih. “Lebih tepatnya Rp. 782.258.485 kerugian negara dalam pengadaan bibit pisang mas kirana,” pungkasnya.

    sumber: LumajangSatu.Com

  • Fitur e-Audit Diluncurkan, Jadi Senjata Baru untuk Awasi Pengadaan dan Cegah Korupsi

    Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) meluncurkan fitur pengawasan e-Audit pada katalog elektronik. Pengembangan fitur ini dilakukan agar transparansi dari pengadaan kian optimal, khususnya untuk pengawasan maupun pengembangan sistem pengadaan secara digital.

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menyampaikan, transparansi dalam sistem pengadaan menjadi kian penting.

    “Perkara korupsi di persidangan, hampir 90% menyangkut barang dan jasa. Perkara korupsi yang ditangani KPK gratifikasi dan penyuapan, bila ditelaah lebih lanjut, erat kaitannya dengan barang dan jasa, seperti misalnya kontraktor yang ingin mendapat proyek dengan menyuap atau membeli proyek dengan gratifikasi,” jelas Alex di acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pencegahan Korupsi dalam Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (6/3).

    Berdasarkan data KPK, hingga 10 Januari 2024, KPK telah menangani 1.512 kasus korupsi, di mana 339 kasus terjadi di sektor PBJ, yang menjadikannya kasus terbanyak kedua setelah kasus penyuapan. Karenanya, perlu upaya strategis untuk menciptakan sistem pengadaan yang transparan dan dapat mencegah korupsi.

    Lebih lanjut, Alex menyampaikan bahwa sejak dahulu, berbagai upaya mencegah korupsi di sektor PBJ telah dilakukan.  Salah satunya, lelang berbasis elektronik melalui e-Procurement. Namun, dalam perjalanannya masih saja banyak modus-modus penyimpangan.

    “Dulu lelang PBJ lewat e-Procurement namun dengan gampangnya diakali. Para vendor dengan gampangnya melakukan persekongkolan di luar, melakukan kesepakatan, dan menentukan pemenang lelang. Bahkan, dokumen lelang telah diatur dalam satu komputer,” kata Alex.

    Alex berpesan, modus penyelewengan di platform digital pengadaan perlu diawasi secara intensif oleh Inspektorat/Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di berbagai instansi. Untuk itu, APIP harus memiliki akses pada platform digital pengadaan seperti e-Katalog, sehingga proses pengadaan pemerintah secara keseluruhan dapat diawasi.

    Senada dengan KPK, Plt. Bidang Transformasi Pengadaan Digital Lembaga Kebijakan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Patria Susantosa, menegaskan bahwa transformasi harus dilakukan agar dapat menghasilkan pengadaan yang tepat. Dan di saat yang sama, dampak ekonomi dan sosial seperti kesejahteraan masyarakat, penyerapan tenaga kerja, investasi, pelayanan publik, hingga tata kelola bebas korupsi dapat lebih maksimal.

    “Wujud transformasi percepatan pengadaan diwujudkan dengan platform digital yang mengintegrasi pengadaan dengan pendekatan kebutuhan penggunaan melalui e-Katalog. Ini didesain sebagai marketplace yang mudah digunakan, andal, terintegrasi perencanaan, pelaksanaan, pengiriman hingga pembayaran,” kata Patria.

    Pengawasan Pengadaan Perlu Peran Aktif APIP

    Peluncuran sistem pengawasan e-katalog atau e-Audit ini menjadi perwujudan rencana aksi Stranas PK, sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), khususnya aksi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) tahun 2023-2024.

    Fitur pengawasan ini dibangun melalui sinergi LKPP dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), yang di dalamnya menyediakan data transaksi yang bersifat anomali atau berisiko fraud, yang dapat digunakan sebagai dasar penelitian awal dalam kegiatan audit PBJ. Data ini dapat diakses melalui https://kendali.inaproc.id, yang terus dikembangkan untuk membangun notifikasi deteksi dini terhadap indikasi fraud.

    “Kita ingin memperkenalkan e-Audit. APIP/Inspektorat akan menjadi ‘pilot’ dan diberi akses akunnya. Diharapkan APIP akan menjadi ‘CCTV’ dan dapat memonitor segala bentuk pengadaan. Kalau APIP ada temuan data langsung cek dan validasi,” kata Pahala Nainggolan, Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK sekaligus Koordinator Pelaksana Stranas PK.

    Kedepan, Tim Stranas PK akan bekerja sama dengan Kedeputian Koordinasi dan Supervisi KPK untuk mensosialisasikan e-Audit kepada 546 Pemda di Indonesia. Selain itu, penggunaan e-Audit oleh APIP akan dijadikan indikator dalam penilaian Monitoring Center for Prevention (MCP) selanjutnya.

    Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, Plt Deputi V Kantor Staf Presiden Rumadi Ahmad, Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Wogat Widyatmoko, Irjen Kemenkes Murti Utami, dan seluruh perwakilan APIP dari 11 Kementerian/Lembaga dan 34 Pemerintah Provinsi.

    sumber: KPK.GO.ID

  • Stranas PK Ungkap 4 Modus Kecurangan dalam Pengadaan Barang Lewat E-katalog

    Koordinator Pelaksana Harian Stranas PK Niken Ariati mengungkap empat modus kecurangan dalam pengadaan barang dan jasa via katalog elektronik (e Katalog), Kamis (29/2/2024).

    Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) mengungkap empat modus kecurangan dalam pengadaan barang dan jasa via katalog elektronik (e-katalog).

    E-katalog merupakan aplikasi belanja online yang dibangun oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pemerintah (LKPP).

    Aplikasi ini menjadi marketplace untuk pengadaan barang di lingkungan pemerintahan.

    Aplikasi ini digadang-gadang sejumlah pihak sebagai sistem yang bisa mencegah korupsi pengadaan barang dan jasa. Namun, rupanya kecurangan tetap bisa dilakukan.

    “Semua pengadan yang rutin pokoknya yang lain-lain intinya masuk kedalam sistem LKPP. Dengan adanya pengadaan-pengadaan tersebut, resiko tetap ada fraudnya,” kata Koordinator Pelaksana Harian Stranas PK Niken Ariati saat ditemui di Gedung KPK lama, Jakarta Selatan, Kamis (29/2/2024).

    Niken mengungkapkan, kecurangan dalam pengadaan barang dan jasa melalui e-katalog terlihat ketika pejabat pembuat komitmen (PPK) melakukan pembelian terus menerus di perusahaan yang sama secara terus menerus.

    Menurut Niken, terdapat PPK yang melakukan pembelian hingga tujuh kali di satu perusahaan. Padahal, perusahaan lain juga menyediakan barang yang sama.

    Kecurangan berikutnya adalah terjadi perubahan harga barang yang dijual oleh perusahaan di situs e-katalog menjadi lebih mahal.

    Ketika harga itu naik, PPK kemudian melakukan transaksi pembelian. Namun, tidak berselang lama, setelah transaksi itu dilakukan harganya kembali normal.

    “Jadi dia biasanya harganya tadi Rp 10.000 tiba-tiba dia pas mahal, saya beli, saya klik. Terus entar enggak lama turun lagi, itu ada,” ujar Niken mencontohkan.

    Modus berikutnya adalah PPK langsung membeli barang yang baru diunggah oleh perusahaan di situs e-katalog.

    Tindakan itu biasanya dilakukan pada jam-jam yang kerap terjadi eror seperti pukul 23.00 malam hingga 24.00.

    “Bukan jam kerja gitu ya pada saat ngekliknya. Itu juga sebenarnya sudah sudah eh modus-modes seperti itu ketahuan,” tutur Niken.

    Sementara itu, modus berikutnya adalah perusahaan menyusun paket barang jualannya dengan sangat cepat.

    Padahal, normalnya paket barang itu disusun dalam waktu 23 sampai 24 jam mengingat banyaknya komponen atau item.

    “Gitu ya Ini dia dengan cepat sekali menyusun paket dan habis itu dibeli. Nah itu modus yang keempat,” kata Niken.

    Menurut Niken, empat itu merupakan modus yang seentara ini Stranas PK ungkap ke publik sebagai bentuk peringatan agar pengadaan melalui e Katalog tidak ugal-ugalan.

    Stranas PK juga sedang meminta pihak Telkom dan LKPP untuk membangun mekanisme yang bisa mendeteksi kecurangan dan menyediakan dashboard.

    Nantinya, pihak aparat pengawas internal pemerintah (APIP) dari Inspektorat setiap organisasi perangkat daerah (OPD) akan memiliki akses ke dashboard tersebut.

    Niken mengakui, modus-modus itu emang belum bisa dipastikan sebagai bentuk kecurangan. Namun demikian, gelagat mencurigakan dalam pengadaan itu perlu diantisipasi.

    “Ditindaklanjuti dengan audit yang lebih detail,” kata Niken.

    “Tapi paling enggak buat inspektorat mereka jadi ada redflag dan ini harus ditelaaah dan di analisis lebih lanjut,” kata Niken.

    sumber: Nasional.Kompas.Com

  • Wow! Ada 16 Paket Non Tender di Lumajang Senilai Rp1,9 M

    Foto Ilustrasi LPSE Kabupaten Lumajang

    Awal tahun 2024 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), telah membuka pengadaan langsung atau non tender awal.

    Bahkan, ada sejumlah proyek yang nilainya puluhan juta hingga ratusan juta sudah diterbitkan di laman LPSE milik Pemkab Lumajang.

    Tercatat, setidaknya ada 16 proyek di Kabupaten Lumajang yang dilelang dengan nominal Rp1,9 miliar.

    Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Lumajang, Zainul Rofik mengamini bahwa di awal tahun 2024 ini, ada sejumlah paket barang dan jasa mulai dilelang.

    “Lelang paket bisa dilakukan berdasarkan kesiapan dari Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) dalam menyiapkan dokumen,” kata Zainul saat dikonfirmasi, Senin (29/1/2024).

    Zainul menjelaskan, paket barang dan jasa terbanyak tahun ini yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lumajang.

    “Sementara paket pekerjaan yang mendominasi dari Dinas PUTR saja,” jawabnya singkat.

    Berikut rincian paket non tender yang mulai dilelang di halaman LPSE Kabupaten Lumajang per Januari 2024 :

    1. Pengadaan Bahan/Material untuk Penanganan Darurat Dam Boreng Jaringan Irigasi.
    2. Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kerja Tenaga Pemelihara Saluran Irigasi.
    3. Belanja Bahan-bahan Bangunan dan Konstruksi dan Belanja Bahan-bahan Lainnya (Pengadaan Bahan dan Peralatan untuk Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi).
    4. Jasa Konsultansi Review Perencanaan Pembangunan IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang.
    5. Jasa Konsultansi Perencanaan Pemeliharaan Gedung Kampus Unej.
    6. Penyusunan Pemetaan Tanah Aset Pemda Kecamatan Tempeh.
    7. Penyusunan Pemetaan Tanah Aset Pemda Kecamatan Pasirian.
    8. Penyusunan Raperkada dan Kajian Kebijakan RDTR Pasrujambe.
    9. Perencanaan Rehabilitasi Jalan Darungan – Jatimulyo.
    10. Perencanaan Rehabilitasi Jalan Sawaran Kulon – Jeruk.
    11. Perencanaan Rehabilitasi Jalan Klakah – Sawaran Kulon spse 4.5
    12. Pengadaan Bahan untuk Pemeliharaan Jalan Kecamatan Candipuro 1.
    13. Pengadaan Bahan untuk Pemeliharaan Jalan Kecamatan Kedungjajang.
    14. Pengadaan Bahan untuk Pemeliharaan Jalan Kecamatan Kunir 1.
    15. Pengadaan Bahan untuk Pemeliharaan Jalan Kecamatan Sukodono 1.
    16. Pengadaan Bahan untuk Pemeliharaan Jalan Wilayah Dalam Kota 1.
  • Lumajang Hanya Punya 2 Mobil Damkar yang Siap Pakai untuk Jangkau 21 Kecamatan

    Potret 2 unit mobil Damkar Lumajang yang sudah lawas.

    Damkar Lumajang hanya mengandalkan 2 unit mobil yang masih berfungsi untuk menjangkau kebakaran di 21 Kecamatan.

    Sebetulnya Damkar Lumajang punya 2 unit mobil pemadam lainnya, hanya saja sudah tak bisa digunakan lantaran faktor usia.

    Biaya perbaikan yang tidak murah membuat 2 unit mobil damkar tersebut tidak efektif untuk digunakan kembali.

    Alhasil hanya ada 2 unit Damkar Lumajang yang siap pakai untuk menjangkau kebakaran,

    “Kedua mobil damkar tersebut keluaran tahun 1989 dan 1990 tidak maksimal ketika digunakan jadi tidak bisa beroperasi. Sementara hanya 2 unit mobil yang digunakan semuanya keluaran tahun 2020-an ,” ujar Moh Asro, Kabid Linmas Satpol PP Kabupaten Lumajang ketika dikonfirmasi, Rabu (24/1/2023).

    Menurut Arso, resiko terjadinya kebakaran bisa terjadi kapan saja. Sepanjang tahun 2023, Arso mengatakan telah terjadi 99 kejadian kebakaran.

    Jenis kejadian kebakaran beragam, mulai dari menerjang perumahan, lahan, hutan hingga pabrik.

    “Untuk keseluruhan kebakaran 2023 kemarin mencapai 99 kejadian. Awal 2024 ini saja bulan Januari sudah 4 kejadian,” katanya.

    Upaya pemadaman paling sulit diakui Arso ketika menangani kebakaran di pabrik. Kontur pabrik yang rumit kerap menyulitkan upaya pemadaman.

    “Pabrik lebih sulit daripada rumah. Terbaru di pabrik kayu kami hampir 12 jam pemadaman,” bebernya.

    Adanya peremajaan mobil pemadam kebakaran diyakini Arso dapat memaksimalkan upaya pemadaman api menjangkau wilayah Kabupaten Lumajang yang cukup luas.

    Asro mengaku pihaknya telah mengajukan peremajaan armada mobil pemadam kebakaran kepada Pemkab Lumajang. Namun belum ada alokasi pengadaan.

    “Sudah kami ajukan namun hingga kini masih belum (pengadaan baru),” katanya.