Heru

  • Wow! Ada 16 Paket Non Tender di Lumajang Senilai Rp1,9 M

    Foto Ilustrasi LPSE Kabupaten Lumajang

    Awal tahun 2024 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), telah membuka pengadaan langsung atau non tender awal.

    Bahkan, ada sejumlah proyek yang nilainya puluhan juta hingga ratusan juta sudah diterbitkan di laman LPSE milik Pemkab Lumajang.

    Tercatat, setidaknya ada 16 proyek di Kabupaten Lumajang yang dilelang dengan nominal Rp1,9 miliar.

    Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Lumajang, Zainul Rofik mengamini bahwa di awal tahun 2024 ini, ada sejumlah paket barang dan jasa mulai dilelang.

    “Lelang paket bisa dilakukan berdasarkan kesiapan dari Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) dalam menyiapkan dokumen,” kata Zainul saat dikonfirmasi, Senin (29/1/2024).

    Zainul menjelaskan, paket barang dan jasa terbanyak tahun ini yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lumajang.

    “Sementara paket pekerjaan yang mendominasi dari Dinas PUTR saja,” jawabnya singkat.

    Berikut rincian paket non tender yang mulai dilelang di halaman LPSE Kabupaten Lumajang per Januari 2024 :

    1. Pengadaan Bahan/Material untuk Penanganan Darurat Dam Boreng Jaringan Irigasi.
    2. Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kerja Tenaga Pemelihara Saluran Irigasi.
    3. Belanja Bahan-bahan Bangunan dan Konstruksi dan Belanja Bahan-bahan Lainnya (Pengadaan Bahan dan Peralatan untuk Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi).
    4. Jasa Konsultansi Review Perencanaan Pembangunan IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang.
    5. Jasa Konsultansi Perencanaan Pemeliharaan Gedung Kampus Unej.
    6. Penyusunan Pemetaan Tanah Aset Pemda Kecamatan Tempeh.
    7. Penyusunan Pemetaan Tanah Aset Pemda Kecamatan Pasirian.
    8. Penyusunan Raperkada dan Kajian Kebijakan RDTR Pasrujambe.
    9. Perencanaan Rehabilitasi Jalan Darungan – Jatimulyo.
    10. Perencanaan Rehabilitasi Jalan Sawaran Kulon – Jeruk.
    11. Perencanaan Rehabilitasi Jalan Klakah – Sawaran Kulon spse 4.5
    12. Pengadaan Bahan untuk Pemeliharaan Jalan Kecamatan Candipuro 1.
    13. Pengadaan Bahan untuk Pemeliharaan Jalan Kecamatan Kedungjajang.
    14. Pengadaan Bahan untuk Pemeliharaan Jalan Kecamatan Kunir 1.
    15. Pengadaan Bahan untuk Pemeliharaan Jalan Kecamatan Sukodono 1.
    16. Pengadaan Bahan untuk Pemeliharaan Jalan Wilayah Dalam Kota 1.
  • Lumajang Hanya Punya 2 Mobil Damkar yang Siap Pakai untuk Jangkau 21 Kecamatan

    Potret 2 unit mobil Damkar Lumajang yang sudah lawas.

    Damkar Lumajang hanya mengandalkan 2 unit mobil yang masih berfungsi untuk menjangkau kebakaran di 21 Kecamatan.

    Sebetulnya Damkar Lumajang punya 2 unit mobil pemadam lainnya, hanya saja sudah tak bisa digunakan lantaran faktor usia.

    Biaya perbaikan yang tidak murah membuat 2 unit mobil damkar tersebut tidak efektif untuk digunakan kembali.

    Alhasil hanya ada 2 unit Damkar Lumajang yang siap pakai untuk menjangkau kebakaran,

    “Kedua mobil damkar tersebut keluaran tahun 1989 dan 1990 tidak maksimal ketika digunakan jadi tidak bisa beroperasi. Sementara hanya 2 unit mobil yang digunakan semuanya keluaran tahun 2020-an ,” ujar Moh Asro, Kabid Linmas Satpol PP Kabupaten Lumajang ketika dikonfirmasi, Rabu (24/1/2023).

    Menurut Arso, resiko terjadinya kebakaran bisa terjadi kapan saja. Sepanjang tahun 2023, Arso mengatakan telah terjadi 99 kejadian kebakaran.

    Jenis kejadian kebakaran beragam, mulai dari menerjang perumahan, lahan, hutan hingga pabrik.

    “Untuk keseluruhan kebakaran 2023 kemarin mencapai 99 kejadian. Awal 2024 ini saja bulan Januari sudah 4 kejadian,” katanya.

    Upaya pemadaman paling sulit diakui Arso ketika menangani kebakaran di pabrik. Kontur pabrik yang rumit kerap menyulitkan upaya pemadaman.

    “Pabrik lebih sulit daripada rumah. Terbaru di pabrik kayu kami hampir 12 jam pemadaman,” bebernya.

    Adanya peremajaan mobil pemadam kebakaran diyakini Arso dapat memaksimalkan upaya pemadaman api menjangkau wilayah Kabupaten Lumajang yang cukup luas.

    Asro mengaku pihaknya telah mengajukan peremajaan armada mobil pemadam kebakaran kepada Pemkab Lumajang. Namun belum ada alokasi pengadaan.

    “Sudah kami ajukan namun hingga kini masih belum (pengadaan baru),” katanya.

  • Tender KIHT Dimenangkan Rekanan Asal Lumajang

    Tahapan tender proyek pembangunan gedung Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) memasuki babak akhir. Kelompok kerja (pokja) Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setkab Pamekasan menetapkan PT Guna Karya sebagai pemenang.

    Rekanan asal Lumajang itu akan mengerjakan proyek senilai Rp 6,5 miliar. Tujuh rekanan pesaingnya gugur karena tidak memenuhi persyaratan.

    ”Ada yang tidak hadir saat pembuktian kualifikasi, dan ada pula yang tidak melampirkan bukti kepemilikan peralatan dari pemberi sewa,” terang Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setkab Pamekasan Mohammad Bahtiar Eko Firmansyah.

    Berdasar informasi di Laman Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Pamekasan, Guna Karya mengeluarkan penawaran senilai Rp 5.073.536.382. Menurut Bahtiar, pokja tidak hanya memilih rekanan yang memberikan penawaran harga terendah. Tapi, juga melihat rekam jejak.

    ”Kami pastikan semua tahapan tender sudah sesuai. Untuk penandatanganan kontrak masih menunggu masa sanggah sampai 9 Agustus,” tambahnya.

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Basri Yulianto mengaku senang tender berjalan lancar. Dia optimistis, pembangunan gedung KIHT tidak akan gagal lagi seperti tahun sebelumnya. ”Saya dapat informasi dari pokja kalau sudah ada pemenang tender,” katanya.

    Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Ismail mengingatkan proyek tersebut dikerjakan sesuai aturan. Sebab, pembangunan itu sangat ditunggu masyarakat. Khususnya, petani tembakau. ”KIHT ini untuk meningkatkan industri tembakau,” katanya.

    Untuk diketahui, anggaran pembangunan lanjutan KIHT sebesar Rp 11 miliar. Akan tetapi, alokasi pengerjaan fisik hanya Rp 6,5 miliar.

    Anggaran itu akan digunakan untuk pembangunan gedung produksi, bangunan gedung pelayanan, pos jaga, dan main gate. Kemudian ada saluran air, jalan rigid, dan instalasi air bersih. (di/pen)