Kabar Pengadaan

Kabar Pengadaan dari berbagai wilayah di Indonesia. Selalu ada harapan untuk meneruskan kabar-kabar baik tentang hasil kinerja pengadaan, bukan melulu kabar buruk.

  • Khofifah Gelar Pasar Murah untuk Warga Lumajang, Jadi Upaya Tingkatkan Daya Beli Masyarakat di Bulan Ramadhan

    Ketua PP IKA Unair sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah untuk masyarakat di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang

    Ketua PP IKA Unair sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah untuk masyarakat di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Sabtu (24/3/2024).

    Gelaran pasar murah ini menyediakan beraneka komoditas bahan pokok dengan harga terjangkau dan lebih rendah dari harga pasar. Seperti beras medium dengan harga Rp 10.200 per kg, gula pasir dengan harga Rp 16.000 per kg, minyak goreng dengan harga Rp 14.000 per kg, telur ayam dengan harga Rp 27.000 per kg, dan tepung terigu dengan harga Rp 10.000 per kg.

    Dengan harga yang begitu terjangkau, sontak gelaran pasar murah ini diserbu masyarakat Desa Rojopolo. Mereka mengantre untuk bisa mendapatkan sembako murah, sekaligus untuk bisa langsung bersilaturahmi dengan Gubernur Jatim periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa.

    Terlebih dalam kegiatan ini, Khofifah juga tampak membagikan tekur gratis untuk ibu hamil dan yang membawa anak balita, dan juga membagikan beras gratis untuk lansia.

    Secara khusus Khofifah mengatakan bahwa pasar murah ini sengaja diselenggarakan sebagai stimulan bagi masyarakat agar bisa mendapatkan akses sembako murah di bulan Ramadhan.

    “Semua yang dijual di sini harganya di bawah harga pasar. Melalui Pasar murah ini kami berharap agar masyarakat bisa terpenuhi kebutuhannya dan daya belinya meningkat. Karena kita tahu kalau Ramadhan kebutuhan akan sembako ini juga meningkat. Maka bismillah pasar murah ini bisa membantu,” tegas Khofifah.

    Sebagaimana diketahui bahwa saat ini harga beras dan juga telur masih cenderung tinggi. Banyak masyarakat yang kurang mampu yang merasa kesulitan untuk bisa menjangkau harga pasar untuk beras dan juga telur. Untuk itu ia yakin bahwa pasar murah ini sejatinya sudah ditunggu-tunggu masyarakat.

    Tidak hanya itu, Khofifah pun menegaskan bahwa memang setiap ada gelaran pasar murah, ia selalu berbagi telur ayam bagi balita dan ibu hamil dan juga beras untuk lansia. Hal itu ia lakukan sebagai pencegahan stunting bagi anak dan ibu hamil .

    “Sedangkan beras untuk lansia kita bagikan gratis agar mereka para lansia dipastikan kebutuhan beras nya tercukupi sehingga uang yang akan dibelikan beras bisa digunakan untuk membeli kebutuhan yang lain,” pungkas Khofifah.

    Di sisi lain, dalam kegiatan ini, Khofifah secara khusus juga mengadakan santunan yatim dan dhuafa. Total ada sebanyak 100 anak yatim dan 100 orang lansia dhuafa yang diberikan santunan.

    Ditegaskannya bahwa berbagi dengan anak yatim dan lansia dhuafa adalah bagian dari kegiatan Spirit of Ramadhan yang sudah ia lakukan sejak hari pertama bulan puasa. Kegiatan sedekah di bulan ramadhan terutama anak yatim dan lansia dhuafa dikatakan Khofifah adalah hal yang sangat dianjurkan Rasulullah.

    “Karena Ramadhan ini syahrul jud dan syahrul muassah. Dimana kita dianjurkan untuk banyak berbagi pada sesama. Bahkan Rasulullah juga telah bersadba bahwa sedekah di bulan Ramadhan adalah sedekah yang utama,” tegas Khofifah.

    Untuk diketahui, kegiatan berbagi dengan anak yatim juga dilakukan Khofifah di banyak daerah. Mulai dari di Surabaya di lingkungan tempat tinggalnya, kemudian di Kediri, Lamongan, dan juga hari ini di Lumajang.

    “Semoga kita semua mendapatkan rahmat dan berkahnRamadhan serta pahala yang melimpah dari Allah SWT dengan memperbanyak berbagi pada anak yatim dan pada yang membutuhkan,” pungkas Khofifah.

    Sumber: MONITOR
  • Gunung Semeru Erupsi Empat Kali Sabtu, Tinggi Letusan Capai 1,2 Kilometer

    Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi dengan letusan setinggi 1,2 kilometer di atas puncak pada Sabtu malam, 23 Maret 2024, pukul 23.00 WIB.

    “Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Sabtu, 23 Maret 2024, pukul 23.00 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Ghufron Alwi dalam laporan tertulis yang diterima Antara di Lumajang, Minggu.

    Erupsi tersebut juga menyemburkan abu vulkanik yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. “Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik,” tuturnya.

    Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, mencatat bahwa gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi sebanyak empat kali dalam sehari pada Sabtu.

    Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.44 WIB, kemudian erupsi kedua terjadi pada pukul 07.28 WIB, ketiga pada pukul 08.07 WIB, dan terakhir pada pukul 23.00 WIB.

    Tinggi letusan juga menunjukkan peningkatan, pada erupsi pertama dengan letusan setinggi 600 meter di atas puncak, kemudian erupsi kedua tercatat tinggi letusan menjadi 700 meter di atas puncak, selanjutnya erupsi ketiga menjadi 1 kilometer dan erupsi keempat lebih tinggi, yakni mencapai 1,2 km di atas puncak.

    Jumlah letusan Gunung Semeru yang pernah tercatat petugas sebanyak 130 kali sepanjang 1 Januari hingga 23 Maret 2024, namun sejauh ini tidak ada dampak letusan yang signifikan berdasarkan informasi dari BPBD Lumajang.

    Gunung Semeru masih berstatus siaga atau level III, sehingga masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

    Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

    Kemudian, masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

    Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.