Umum

  • Pj gubernur komit tuntaskan pengadaan tanah pembangunan jalan tol Aceh

    Penjabat Gubernur Aceh  Bustami Hamzah beserta rombongan meninjau pembangunan jalan tol Sibanceh di Aceh Besar, Sabtu (23/3/2024) (ANTARA/HO-Humas Pemprov Aceh)

    Banda Aceh (ANTARA) – Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah menyatakan komitmen mempercepat penuntasan pengadaan tanah bagi kebutuhan penyelesaian pembangunan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) dan Binjai-Langsa II.

    “Kami mengharapkan pembangunan jalan tol dapat diselesaikan Agustus 2024, agar dapat dimanfaatkan dalam rangka mendukung PON di Aceh dan dapat diresmikan oleh Presiden,” kata dia di Banda Aceh, Sabtu.

    Dia mengatakan hal itu saat menerima audiensi Tim Subdit Pengadaan Tanah Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR di Kantor Gubernur Aceh.

    Dalam pertemuan itu, ia juga menyerahkan dokumen yang disiapkan Pemerintah Aceh tentang penetapan lokasi (penlok) pembaharuan untuk ruas jalan tol Binjai-Langsa II.

    Setelah pertemuan tersebut, ia melakukan peninjauan lokasi yang masih belum selesai pembebasan lahan.

    Kepada masyarakat dan Hutama Karya selaku pihak yang mengerjakan jalan tol, ia berpesan agar sama-sama membangun kesadaran diri bahwa pembangunan itu penting bagi Aceh dan generasi mendatang.

    Untuk proses ganti untung, katanya, tentunya harus memenuhi unsur kepatutan dan kelayakan.

    Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk menyadari pentingnya pembangunan jalan tol ini bagi kemudahan akses.

    “Jadi, kami mengajak masyarakat untuk menahan diri dan ikhlas serta menyadari pentingnya jalan tol ini untuk diselesaikan, demi kemudahan bersama. Insyaallah, jika Sibanceh selesai, maka kita akan fokus ke ruas lainnya, hingga nanti tersambung hingga tol Binjai-Langsa,” ujarnya.

    Bustami juga menyatakan optimistis dengan kolaborasi lintas sektor dan kerja bersama, jalan tol Sibanceh akan selesai pada Agustus mendatang.

    “Kami optimis tol Sibanceh dapat diselesaikan Agustus mendatang, sehingga dapat mendukung dan mempermudah alur transportasi pada PON XXI yang berlangsung September dan bisa diresmikan Presiden,” katanya.

    Kepala Satker Pengadaan Tanah Jalan Tol Wilayah II Kementerian PUPR Agung Sapto melaporkan pengadaan lahan untuk ruas jalan tol Binjai-Langsa masih tersisa tiga kilometer dari total 44 kilometer.

    Progres pengadaan lahan untuk tol Sigli-Banda Aceh saat ini mencapai 99 persen, hanya menyisakan 37 bidang yang tersebar di seksi 1 Padang Tiji-Seulimum.

    Selain itu, diperlukan penambahan lahan seluas 112 hektare untuk penambahan badan jalan dan akses pintu tol.

    Dia mengharapkan Pemerintah Aceh dapat mempercepat proses penyelesaian pengadaan tanah untuk ruas tol Sigli-Banda Aceh dan Binjai-Langsa II.

    “Terkait kebutuhan pengadaan lahan tambahan untuk jalan tol Sigli-Banda Aceh perlu penyiapan dokumen penetapan lokasi tambahan dan pembaharuan dari Pemerintah Aceh,” kata Agung.

  • Kubah Masjid Quba Belum Diganti, Pemkab Tunggu Pengadaan Pakai E-Purchasing

    TUNGGU WAKTU: Kubah Masjid Quba belum diganti jelang hari raya Idul Fitri nanti. (LODITYA FERNANDEZ/RADAR MADIUN)

    Keinginan warga Kabupaten Madiun melihat Masjid Quba tampil beda saat Idul Fitri mendatang belum terwujud. Sebab, proyek fisik penggantian enam kubah dari bahan glass reinforced concrete (GRC) dengan tembaga belum kunjung dilakukan. Padahal, penyiapan proyek untuk mempercantik Masjid Quba di Puspem Kabupaten Madiun ini sudah dilakukan sejak Januari lalu.

    ‘’Pekerjaan fisik belum ada yang mulai,’’ ungkap Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Rika Mekar Gumilang. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena penyesuaian harga satuan dengan jenis pengadaan.

    Baru tahun ini pekerjaan konstruksi menggunakan sistem e-purchasing. Berbeda dengan sistem lelang, pihaknya yang memilih penyedia. Ditambah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) anyar, kondisi tersebut membuat kagok. ‘’Masih persiapan untuk proses pengadaan,’’ imbuhnya.

    Rencananya akan dilakukan launching pengadaan dengan sistem baru tersebut. Harapannya, akhir Maret atau awal April bisa terlaksana. Setelah itu baru penandatanganan kontrak dan dimulainya pekerjaan fisik. ‘’Saat hari raya, belum kubah baru,’’ tuturnya.

    Diberitakan sebelumnya, tampilan Masjid Quba bakal berubah. Kubah yang menaungi masjid di komplek pusat pemerintahan di Caruban itu tidak lagi warna putih. Rencananya, seluruh kubah masjid kebanggaan warga Kabupaten Madiun itu akan berganti menjadi tembaga seperti halnya kubah utama. Langkah ini dilakukan lantaran kubah lama bocor. Anggaran sebesar Rp 2,5 miliar disiapkan untuk penggantian enam kubah tersebut. (odi/aan)