Puisi

  • Yang Tak Tersirat

    Yang Tak Tersirat

    Kata-kata pekat—
    menggumpal di rongga senja,
    tersapu hijau yang merayap:
    akar yang retak, sungai yang berbisik,
    dan bayang-bayang yang merangkak
    dari mulut bumi.

    Lalu kiamat datang diam-diam:
    langit pecah seperti kaca,
    waktu tersangkut di antara gigi.
    Kita—
    cuma coretan arang di dinding fana,
    terhapus sebelum sempat terbaca.

    Sesuatu yang tak tersirat
    mengendap di sela-sela huruf:
    mungkin rindu, mungkin abu,
    atau hanya angin
    yang bermain api di kegelapan.